Waqaf Haram dan Waqaf Jibril

Tanya Jawab al Quran
22/02/2009

Assalamualaikum Wr. Wb.
KH. Maftuh yang saya hormati, saya pernah mendengar tentang adanya waqaf haram dan waqaf jibril dalam al-Quran. Mohon penjelasannya dan minta di tunjukkan di ayat dan surat berapa saja. Atas bantuannya saya sampaikan ribuan terima kasih.
Wassalamualaikum Wr. Wb.

Aufarul Umam
Indramayu, JABAR

Waqaf qabih (haram) ialah berhenti pada kalam yang belum sempurna, belum bisa difaham. Waqaf ini tidak boleh. Bolehnya waqaf kalau darurat, seperti akan kehabisan nafas atau kedatangan perkara yang mendadak, seperti batuk dan lainnya, dan nanti ibtidaknya (mulai membaca lagi) harus mengulangi lafad itu biar tidak merusak arti. Misalnya membaca kalimat fi’il tidak dengan fa’ilnya, seperti ketika waqaf (berhenti) pada lafad فَمَارَبِحَتْ yang mestinya pada lafad تِجَرَتُهُمْ .
Ataupun mubtada’ tidak dengan khabarnya seperti lafad ألْحَمْدُ dari lafad ألْحَمْدُ لِلَّهِ , mudhaf belum membaca mudhaf ilaihnya. Misalnya, مَلِكِ النَّاسِ إِلَهْ (qabih berhenti disini/tidak boleh). Atau juga ma’tuf ‘alaih tidak dengan ma’tufnya, seperti
خَتَمَ اللَّهُ عَلَى قُلُوْبِهِمْ (qabih).

Dalam lafad yang menjadi Badal, juga masih dihukumi qabih bila berhenti sebelumnya (tidak boleh berhenti). Contohnya berhenti pada lafad
صِرَطَ الَّذِيْنَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ karena lafad غَيْرِ adalah badalnya. Maka membacanya harus sambung صِرَطَ الَّذِيْنَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلاَالضَّالِّيْنَ

Begitu pula mewaqafkan pada fi’il syarat, amar, nahi, tamanni, istifham, qasam, tidak dengan jawabnya. Seperti firman Allah ta’ala;
وَمَنْ يَعْمَلْ سُوْءًا أَوْيَظْلِمْ نَفْسَهُ ثُمَّ يَسْتَغْفِرِ اللَّهَ يَجِدِ اللَّهَ الأية
selama belum sampai jawabnya (يَجِدِ اللَّهَ ) tidak boleh waqaf. Contoh lain, pada surat al-‘Aadiyaat mulai ayat pertama tidak boleh waqaf sampai ayat enam, tepatnya lafad إنَّ الإنْسَنَ karena itu adalah qasamnya.

Sedang untuk waqaf jibril (waqof yang diajarkan malaikat Jibril pada Nabi Muhammad) ada sembilan tempat dalam al-Quran, yaitu pada ayat:

1. قُلْ صَدَقَ اللهُ قل Ali Imron 95)
2. فَاسْتَبِقُوا اْلخَيْرَاتِج (al-Baqoroh 148)
3. قَالَ سُبْحَنَكَ مَا يَكُوْنُ لِى أَنْ أَقُوْلَ مَا لَيْسَ لِى بِحَقٍّج (al-Mâidah 116)
4. قُلْ هَذِهِى سَبِيْلِى أَدْعُوا إِلَى اللهِ ج (Yusuf :108)
5. كَذَلِكَ يَضْرِبُ اللهُ اْلأَمْثَالَ (ar-Ra’d: 17)
6. وَاْلأَنْعَمَ خَلَقَهَا قل (an-Nahl: 05)
7. أَفَمَنْ كَانَ مُؤْمِنًا كَمَنْ كاَنَ فَاسِقًا ج (as-Sajdah: 18)
8. ثُمَّ أَدْبَرَ يَسْعَى فَحَشَرَ (an-Naaziaat:22-23)
9. لَيْلَةُ اْلقَدْرِ خَيْرُ مِّنْ أَلْفِ شَهْرٍ (al-Qodr:03)
Lihat dalam kitab “Manarul Huda” hal 8.

  • fernando alfy

    thank’s